“Hati seseorang itu bagai sebuah pintu, aku sendiri gak
bakat dalam membukanya, justru aku ahli dalam megetahui kapan pintu itu
tertutup. Dulu, ketakutan bahwa ada orang lain yang berhasil membuka
satu-satunya pintu yang ingin kubuka terasa begitu nyata, pintu itu terbanting
menutup di depan mataku, begitulah aku menjadi ahli, aku terlalu sering
menghadapi pintu yang menutup di depan mataku.
Namun, ternyata aku melewatkan satu hal penting tentang
‘pintu’ yang kumaksud ini. Ternyata, dalam hidup akan ada momen-momen langka di
mana pintu hati seseorang terbuka begitu saja, tanpa alasan. Thank you, but
I really apologize to you, you are a good person. Maaf bangett!🙇🏼♀️”
Cuplikan ini kudapat dari Mi-Ji, si bungsu dari Our
Unwritten, tapi sedikit di poles dan di lapisi lagi sama erina wkwk. Ngomongin
tentang ‘buka-tutup’ hati ini, jadi inget sama obrolannku sama si ibuk kapan
harinya, padahal obrolan waktu itu berawal dari aku yang minta saran si ibu
tentang curhatan temanku yang aku pun gaktau, mau kasih saran apa ke diaa,
jadilah aku minta pendapat ibuku tentang curhatan temanku itu, (fyi, temanku
juga gak keberatan kok aku minta saran
ke si ibu).
Di pertengahan obrolanku sama si ibuk, ibuk malah ganti
topik jadi bahas tentang ‘aku, ERINA’
katanyaaa dan kuyakin betul ekspresinya kala ituu sumringan banget pas
ngegodain aku. Ibuk bilang gini “Gpp, sekali-kali, mungkin sekarang saatnya
kamu membuka hati😅” (omongan ini pastinya udahh di awali dengan si ibuk
yang tanya-tanya tentang si sm-one hahha) ku jawab lah dengan jawaban yang
menurutku guyonan. Jawaban si erina kala itu kaya gini “loh, emang siapa
yang menutup hati bukkkkk, saya Cuma merasa gak ada yang ngedoobrak hati saya
aja haha” jwaban ibuk selanjutnya
malah gak sesuai sama prediksuku, aku gak expekct bakalan di jawab kaya gini, “dulu
si x ngedobraknya kenceng banget yaa ?” dannnn obrolann selanjutnyaa adalah rahasiaa
wkwkwkk.
Heyyyy!
Someday, saat aku benar-benar ingin memiliki hubungan
yang jelas dan terarah, sebuah hubungan yang gak hanya sebatas menjalani tanpa
tujuan dan arah. Hubungan
yang punya makna, bukan hanya sekadar membuat jantungku berdebar di awal lalu
hilang begitu saja karena bosan. Hubungan yang berlandaskan komitmen dan tujuan
yang sama, bukan yang hanya datang dan pergi tanpa kejelasan. Saat waktu dan
orang istimewa itu datang, ingin sekali
mengajaknya berbagi seluruh perasaan tanpa ada yang disembunyikan, dan menjadi
teman sejati di setiap langkah hidup.
For you, kelak, mari berbagi mimpi-mimpimu, ajak aku
kamana pun kau ingin pergi. Beri tahu aku semua harapan dan impian yang kau
punya, walau bagaimana repotnya nanti, aku bersedia mendukungmu mewujudkannya.
Aku ingin menjadi tempat berlindungmu saat kau merasa dunia terasa runtuh.
Bersandarlah di pundakku, dan menangislah, cowok menangis itu gak salah kok,
kata siapa cowok gak boleh nangis? Ahmad Dani doang yang ngomong gitu 😁. Aku ingin menjadi bagian dari setiap proses dan
perjalanan hidupmu.
Aku juga ingin pundakmu ketika kesedihan dan masalah
datang menghampiriku, aku ingin kesiapan telinga dan matamu untu mendengar
semua ceritaku. Karena aku juga manusia biasa yang tak ingin menjalani semuanya
sendiri, Oleh karena itu, aku juga berharap hal serupa bisa kudapat dari kamu.
Namun aku juga ingin kau mengerti untuk tidak berpaling atau mencari pelukan
orang lain saat hatimu sedang bahagia. Kamu harus tahu bahwa konsisten
mencintai satu orang itu adalah seni yang indah dan mahal. walaupun belum tau
akhirnya gimana, tetaplah mencintai satu orang itu. terlihat spele dan mustahil
, namun jika terjadi itu indah. Tetaplah mencintai, dan tunjukan cinta itu,
sebelum hanya tinggal nama.
Tapi,
dari semua ini, untuk sampai ke waktu dan menemukan orang itu, gak sesimple aku
ingin nulis sesuatu yang kuingin, kemudian langsung ku tuliss. Nggakk!
kenyataannya gak sesimple ituu. Ternyata jalan menuju hubungan yang kuinginkan
itu harus melewati banyak hal. Padahal waktu umurku belasan tahun, yang ku tahu
dari sebuah hubungan itu, ketika dia suka aku dan aku juga oke, ya udaah,
hubungan ituu jalan. Tapi nyatanya di umur-umur sekarang ini, sebuah hubungan
gak sesimple waktu aku umur belasan tahun itu. Banyak hal yang emang harus di
pertimbangkan, example:
1. Aku
oke, Dia oke, tapi jaraknya yangg gak oke. (menyesakkan tapi harus ikhlas wkwk)
2. Aku
oke, Dia oke, ortu sama-sama oke, jarak oke, tapi gak tau kenapa moro-moro udah
ada di jalur yang berbeda hahaha.
3. Aku oke,
Dia oke, tapi ortu dia gak oke ke aku (naudzubillah, jangan sampe kejadian kaya
gini di akuu 🙈)
4. Aku oke,
Dia oke, tapi ortuku gak oke ke Dia (yang penting aku oke, aku yakin sihh, hal
ini gak bakal terjadi, 98% yakin, karena aku sudah pernah meng istiqro’ ini
haha)
5. Ortuku
oke, Dia oke, tapi akunya setengah” 😅(ini abu-abu di aku hahhaa)
6. Aku oke,
Dia oke, tapi Dia gak oke ke ortuku (auto ke blacklist sihh yang kaya gini nih)
7. Aku oke,
Dia oke, tapi Aku gak oke sama ortunya (selama ortunya suka aku, yang kaya
begini gak bakal kejadian!)
8. Aku oke, Dia oke, ortu sama-sama oke, tapi
semesta gak ngasihh restu. (jangann yang kaya gini, menyesakkan sekali rasanya)
9.
10.
11.
12. Daaaaaan banyakk sekali pertimbangann yang
harus di pikirin ketika memasuki umur yang udah serius, tapii yang punya umur
masih suka cengengesan inii 🙈 (me ji ku hi bi-arpun masih suka cengengesan semoga
dicintai secara ugal ugalan. 🙇🏼♀️🤣)
Kalau kata temanku “Kalau Allah udah tulis, jalannya
bisa muter-muter dulu, tapi akhirnya nyampe juga.😂” muternya jangan sampe keluar angkasa jugaaa kalii!
Ya allah, aku tidak punya kuasa apapun atas hati dan
diriku. namun aku selalu berusaha meyakinkan diriku bahwa segala takdir yang
engkau tetapkan padaku adalah yang tebaik untukku. aku tahu rencanamu-Mu pasti
indah, ya Allah.
Waiting for the spark from heaven to fall _ Matthew Arnold
example, kamu mungkin wkkwkw
Komentar
Posting Komentar